Lewati ke konten

Solusi · Warung Makan

Sudah ada karyawan? Laci uang tidak cukup lagi.

Halaman ini untuk warung makan yang sudah punya minimal satu karyawan dan berbelanja lewat supplier tetap.

Begitu warung Anda punya karyawan dan mulai berutang ke supplier, isi laci di akhir hari tidak lagi bisa dipercaya. Uang di tangan belum tentu untung. Utang yang jatuh tempo minggu depan tidak pernah muncul di catatan mana pun. Penjualan, belanja bahan termasuk yang dibayar nanti, dan upah harian tercatat. Semuanya jadi satu laporan yang bisa Anda baca sambil duduk.

Coba Gratis 45 Hari

Penjualan tercatat pas terjadi, bukan diingat malamnya.

Kasir Gemah jalan di HP atau tablet yang sudah Anda punya. Kalau internet mati, kasir tetap jalan. Datanya menyusul sendiri. Tiap transaksi tercatat dengan cara bayarnya. Tunai, QRIS, dan pesanan aplikasi pengantaran tidak tercampur jadi satu angka di akhir hari.

  • Kasir jalan di HP atau tablet Android yang sudah ada
  • Tetap jalan pas internet mati, data menyusul sendiri
  • Tunai, QRIS, dan aplikasi pengantaran tercatat terpisah
  • Struk bisa dicetak ke printer thermal lewat jaringan outlet (LAN)

Belanja yang dibayar nanti tetap tercatat.

Belanja yang diambil dulu, bayarnya minggu depan, tercatat jadi utang sejak barangnya datang — bukan sejak uangnya keluar. Jadi pas Anda lihat laci di akhir hari, ketahuan juga berapa isinya yang sudah punya nama orang lain. Begitu dibayar, utangnya turun sendiri tanpa dicatat dua kali.

  • Utang ke tiap supplier terkumpul per nama, bukan per nota
  • Belanja tercatat sejak barang datang, bukan sejak uang keluar
  • Begitu dibayar, utang turun tanpa dicatat dua kali
  • Foto notanya, dibaca otomatis — Anda cek dulu sebelum disimpan

Upah harian dihitung dari jam yang benar-benar tercatat.

Karyawan absen dengan PIN dan selfie di HP outlet — tanpa mesin fingerprint, tanpa buku absen. Jam yang tercatat itu yang dipakai untuk menghitung upah. Tidak ada lagi debat akhir bulan soal siapa masuk hari apa. THR ikut dihitung dari data yang sama.

Sinta masuk 06:58 · selfie ✓

Contoh — bukan data pelanggan sungguhan.
  • Absensi PIN + selfie, tanpa mesin fingerprint
  • Jam kerja langsung masuk hitungan upah & THR
  • Jadwal seminggu bisa dikirim ke WhatsApp sekali klik

Satu laporan, bisa dibaca sambil duduk.

Tiap malam jam 21.00 WIB, rekap hari itu sudah jadi di aplikasi: berapa yang masuk, berapa yang keluar, dan apa yang paling laku. Akhir bulan, laba-rugi warung sudah jadi — bukan tumpukan nota yang harus disusun. Tidak perlu paham istilah akuntansi untuk membacanya. Cukup paham warung Anda sendiri.

Kalau warung Anda belum sampai sini.

Kalau warung Anda masih dijalankan sendiri dan semua belanja dibayar tunai di pasar, Gemah kemungkinan besar terlalu banyak untuk Anda hari ini. Buku tulis dan satu laci masih cukup, dan kami lebih suka mengatakannya sekarang daripada setelah Anda membayar.

Ragu warung Anda masuk yang mana? Chat kami dan ceritakan keadaannya (buka WhatsApp di tab baru). Kami sampaikan terus terang kalau belum waktunya.

Yang belum kami kerjakan

  • Printer Bluetooth belum kami dukung. Yang jalan hari ini adalah printer thermal 58/80 mm lewat jaringan outlet (LAN).
  • Gemah tidak menerima pembayaran pelanggan Anda; Gemah mencatat dan melaporkannya.
  • Kami belum punya tombol impor otomatis dari aplikasi kasir lain. Data lama kami pindahkan dengan tangan, bersama Anda, sebelum dipakai.

Kalau ada yang belum kami kerjakan, kami sebut di halaman ini, bukan setelah Anda berlangganan.

Mulai dari catatan hari ini

Daftar dan pakai semua fitur selama 45 hari. Tanpa kartu kredit, tanpa komitmen. Data Anda kami masukkan. Hari pertama kami temani sampai transaksi pertama tercatat benar.

Yang membalas Anda adalah tim yang membangun Gemah. Senin–Jumat 09.00–17.00 WIB, ditanggapi paling lama satu hari kerja.